
BANTUL - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret kelompok 01 Periode Januari - Februari 2026 menyelenggarakan kegiatan edukasi kebencanaan bagi siswa kelas V di aula SD Muhammadiyah Karangtengah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan pertama diisi dengan materi penanganan luka saat bencana yang menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.
Dalam sesi tersebut, Muhammad Khoirul Umam memaparkan berbagai jenis cedera yang berpotensi terjadi saat bencana serta langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan secara mandiri. Selain pemaparan materi, para siswa juga mengikuti praktik langsung mengenai cara menghentikan perdarahan dan membersihkan luka dengan benar sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga medis.
Berbagai materi dan praktik yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya respons cepat dan tepat dalam situasi darurat. Sejalan dengan tujuan tersebut, kegiatan ini juga menjadi upaya konkret dalam menanamkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah sejak usia dini.
“Edukasi ini kami selenggarakan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama saat terjadi bencana, agar mereka mampu melakukan tindakan awal yang cepat dan tepat sebelum mendapatkan bantuan medis. Mengingat Kabupaten Bantul memiliki potensi gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, kesiapsiagaan sejak usia dini menjadi hal yang sangat penting,” ucap Cindy, PIC program Sosialisasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana oleh PMI bagi Siswa Sekolah Dasar.
Kegiatan kedua berupa sosialisasi mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Sosialisasi ini difokuskan pada peningkatan kesadaran dan pemahaman siswa terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah sekitar.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga perlu dipahami sejak dini. Dengan memahami langkah mitigasi yang tepat, diharapkan siswa mampu melindungi diri sendiri serta membantu lingkungan sekitarnya saat terjadi bencana,” ucap Intan, PIC program Peningkatan Pemahaman Mitigasi Bencana pada Siswa SD melalui Kegiatan Sosialisasi oleh BPBD.
Materi tersebut disampaikan oleh Aka Lukluk dari BPBD Bantul yang menjelaskan berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan oleh masyarakat.
Aka Lukluk memaparkan pentingnya pemahaman risiko bencana di lingkungan sekitar melalui video edukatif untuk membuat siswa lebih interaktif. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Melalui penayangan video animasi Keluarga SiTaTang (Siap, Tanggap, Tangguh), siswa dapat mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, menyusun tas siaga bencana, dan menentukan jalur evakuasi, dan menentukan tempat aman untuk berlindung dari bencana.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 70 siswa/siswi kelas V SD Muhammadiyah Karangtengah yang dibekali pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Karangtengah, Ibu Endang Suprihatin, S.H., S.Pd., beserta para guru yang turut mendampingi selama kegiatan berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan disambut antusias oleh para siswa. Melalui dua kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru semakin siap, waspada, serta tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di lingkungan sekitar.